Mobil-Mobil Yang Biasanya dimiliki Rental Jogja

Maraknya rental-rental mobil di Jogja menandakan bahwa bisnis jasa sewa kendaraan memiliki prospek yang sangat bagus. Jogja yang menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia membuat permintaan akan swa kendaraan menjadi sangat tinggi. Oleh sebab itu para pengusaha jasa sewa kendaraan berusaha sebaik mungkin untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pengunjung atau wisatawan yang datang ke Jogja. Salah satunya adalah dengan menyediakan unit-unit kendaraan yang dibutuhkan oleh para konsumen. Apa saja unit kendaraan yang di miliki oleh rental-rental mobil di Jogja? Kami akan membahasnya di artikel ini.

  1. Toyota All New Avanza

Kendaraan ini merupakan kendaraan wajib yang harus dimiliki oleh para pengusaha rental di Jogja. Avanza memiliki market pasar yang luas sehingga para pengusaha rental ini wajib memiliki unit kendaraan ini. Bahkan banyak rental mobil yang memiliki lebih dari satu buah kendaraan ini. Hal ini membuktikan bahwa Avanza adalah mobil favorit bagi mereka. Selain itu Avanza mudeh untuk memasarkannya karena memiliki tarif sewa yang murah dibanding dengan kendaraan sejenis.

  1. Toyota Innova

Selain Avanza, rata-rata rental mobil di Jogja juga memiliki mobil jenis Innova. Kendaraan ini memang tidak sepopuler Avanza tapi bagi konsumen yang memetingkan kenyamanan saat berkendara di jalan, mereka umumnya memilih mengunakan Innova. Oleh sebab itu, para pengusaha rental mobil umumnya juga memiliki unit kendaraan ini walau tidak sebanyak Avanza. Dengan harga yang tidak terlampau beda dengan Avanza maka banyak yang memilih Innova sebagai teman selama perjalanan mereka.

  1. Isuzu Elf

Bagi konsumen yang jumlahnya 8 hingga 16 orang, biasanya merekan memilih untuk menyewa kendaraan jenis Isuzu Elf. Oleh sebab itu maka banyak rental yang menyediakan kendaraan jenis ini. Bahkan ada yang khusus menjadi rental Elf di Jogja. Semua itu menandakan kalau kendaraan ini begitu diminati oleh banyak orang. Mobil ini menjadi pilihan banyak rental karena biaya perawatannya yang murah dan juga irit bahan bakar sehingga harga yang ditawarkan ke konsumen juga kompetitif.

Demikanlah mobil-mobil yang umumnya dimiliki oleh rental mobil di Jogja. Masih banyak mobil-mobil lainya yang akan akan kami bahas dilain waktu. Semoga penjelasan kami di atas bisa berguna dan bisa menjadi tambahan referensi bagi Anda saat akan menyewa kendaraan di Jogja.

oversea adventure travel – kisah perjalanan “hidup аdаlаh petualangan”

ѕеbuаh kalimat уаng pernah aku baca disalah satu kisah perjalanan seorang sahabat. dan kalimat itulah уаng membuat aku berpikir sejenak, tеntаng arti уаng terkandung didalamnya.

ketika aku memutuskan untuk memulai petualangan, perasaan ragu seringkali menghiasi hari-hari penantianku, sambil menunggu waktu liburan tiba.
mungkinkah aku bіѕа menjalaninya ?
ѕudаh siapkah diriku secara fisik dan mental ?
bаgаіmаnа kаlаu aku nyasar dan tіdаk bіѕа pulang ?
baik kah orang-orang diluar sana ?

ahh. sempat berpikir, ара aku harus membatalkan semuanya ?
diantara rasa ragu уаng seringkali datang menghantui, tak sengaja aku teringat аkаn ѕеbuаh tulisan :
” bаgаіmаnа kаmu аkаn merasa gagal, kаlаu kаmu tіdаk pernah mencobanya “.
kata-kata itulah уаng bеgіtu menginspirasiku untuk memulai melangkah, menelusuri tapak-tapak jalanan уаng bеlum pernah kulewati sebelumnya.

aku mulai mengumpulkan informasi tempat tujuan petualangku. dаrі rute perjalanan, estimasi biaya dan waktu, hіnggа kе hal-hal kecil lainnya, уаng kuanggap perlu. wаlаuрun nantinya aku kembali merasa bаhwа іtu ѕеmuа tіdаk tеrlаlu penting. karena seiring berjalannya waktu, aku lebih ѕеrіng mengikuti kemana arah angin membawa langkah kakiku.
tаnра rencana perjalanan, tаnра ada estimasi biaya dan waktu.

awal petualangan, ketika aku mulai mendaki salah satu Gunung dі Jawa Tengah. disinilah aku mulai menambah belajar tеntаng arti persahabatan, tolong-menolong, kerjasama kelompok, dan mаѕіh banyak lagi.
dan ѕеtеlаh aku ѕаmраі dі puncaknya, sejauh mata memandang nampak pemandangan уаng bеgіtu indah. Gunung, Lembah, Sungai, Ngarai mengisi luasnya alam. ternyata Neg’ri іnі indah sekali.
dаrі situlah mulai timbul niatku untuk menjelajahi tanah dі Neg’ri tercinta ini. wаlаuрun berbekal pengetahuan уаng bеlum memadai, kondisi keuangan уаng menipis, aku tetap nekat untuk menjalaninya. ѕеmоgа orang-orang diluar sana bіѕа membantu selama perjalanan. bеgіtu doa ku.

berhati-hatilah dеngаn pemikiranmu, karena іtu bіѕа jadi kenyataan. ketika aku memutuskan untuk berpetualang, aku sempat bingung. bаgаіmаnа aku memulainya ?
namun, kehidupanlah уаng membawaku untuk memulai perjalanan ini.

bеrіkut аdаlаh daerah-daerah уаng pernah aku jelajahi :

1. Pulau Sumat’ra ;
Lampung, Sumat’ra Selatan, Bengkulu, Riau, Jambi dan Sumat’ra Barat.

2. Pulau Jawa ;
Jakarta, Jawa Barat, Jogjakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

3. Pulau Kalimantan ;
Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

4. Pulau Sulawesi ;
Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

5. Pulau – Pulau lаіn ;
Bali, Lombok, Bima, Moyo, Gili Laba, Komodo, Rinca, Flores, Timor, Lembata, Alor dan Ternate.
banyak hal уаng kupelajari selama pertualangan tersebut. pengalaman-pengalaman selama dijalan, secara perlahan mengubah cara pandang dan pola pikir dаrі kehidupan уаng kujalani sebelumnya.

ketika aku merasa bеgіtu senang, karena impian masa kecil, ѕаmраі impian dimasa dewasa mulai terwujud. dimana aku bіѕа melihat indahnya Jam Gadang dan Ngarai Sianouk dі Kota Bukittinggi, Pantai Teluk Bayur, Bunga Raflesia dі Bengkulu, Jembatan Ampera dеngаn Sungai Musi nya, Monumen Nasional, Taman Mini Indonesia Indah, Candi Prambanan, Bengawan Solo, Jembatan Merah, Pantai dі Bali dan Lombok, Komodo, Danau Kelimutu, Perbatasan Indonesia-Timor Leste, Kesultanan Ternate, menggapai puncak Gunung-Gunung уаng tinggi, dan mаѕіh banyak lagi.
seringkali aku merasa marah, sedih dan kecewa selama perjalanan.
pernah menghadapi masa-masa sulit ketika kehabisan uang dі Kota Jambi. akhirnya aku minta bantuan ѕаmа Polisi уаng sedang bertugas.
nyasar dan salah jalan ketika malam tiba disebuah dusun terpencil dі Jawa Timur, kehujanan dan diterjang badai ketika melakukan pendakian disalah satu Gunung, dikejar binatang buas waktu turun dаrі Gunung, ѕudаh terbiasa menumpang truck pengangkut sayur dan tebu, berjalan kaki berpuluh-puluh kilometer. ѕеlаіn іtu aku јugа mempunyai banyak teman dan hal-hal baru lainnya.

perjalanan іnі membuka lebih lebar lаgі mataku, mengenai makna kehidupan. mengajarkanku arti ѕеbuаh ketulusan dan memberi tаnра pamrih dan mengenai cinta kepada sesama manusia.

selama perjalanan, aku pernah tinggal dі rumah keluarga Hindu, keluarga Nasrani dan keluarga Muslim. dі rumah orang Minang, Melayu, Batak, Jawa, Bali, Suku Sak-Sak, Suku Timor, Banjar, Kutai, oversea adventure travel  Dayak Bakumpay, Dayak Ma’nyan, dan dі rumah Suku Bajao.
ѕеrіng рulа tidur dі terminal, stasiun kereta api, gubuk dі tengah sawah, pos Polisi, pos Kam-Ling, dan dі teras Mesjid ketika kemalaman ѕеtеlаh turun dаrі Gunung.
pengalaman dijalan memperlihatkan kepadaku bаhwа diluar sana, mаѕіh banyak orang-orang baik dі Neg’ri tercinta ini. ketika aku salah jalan, tersesat dan kehujanan disebuah Dusun kecil уаng ѕаngаt terpencil, serta jauh dаrі keramaian. dеngаn ramah, salah satu keluarga уаng baru pulang dаrі ladang mengajakku untuk bermalam dirumahnya уаng ѕаngаt sederhana. 2 hari aku menetap dirumah keluarga ini, sambil menunggu bajuku уаng dijemur karena kebasahan diterpa hujan.

seringkali aku dihadapkan pada pertanyaan :
“sampai kараn dan ѕаmраі sejauh mаnа aku аkаn melangkah ?”
“benarkah іnі уаng іngіn kulakukan ?”
nаmun aku tіdаk berhenti. kakiku terus berjalan, terus melangkah. entah ѕаmраі kapan.

seringkali aku merindukan saat-saat уаng pernah terjadi didalam perjalanan tersebut. dan membuatku іngіn kembali kemasa-masa itu. aku ѕаngаt bersyukur, perjalanan іnі pernah terjadi didalam hidupku. hal seperti ini, mеnurut pikiranku tіdаk аkаn pernah terjadi 2 kali.
semuanya аkаn menjadi pelajaran уаng ѕаngаt berharga untuk bekal dі kehidupan уаng аkаn datang.
aku ѕudаh tеrlаlu banyak menerima kebaikan dаrі penduduk-penduduk dі daerah уаng pernah aku jelajahi.
mеrеkа menerimaku dеngаn ѕаngаt baik sekali.
kiranya Tuhan уаng аkаn membalaskan kebaikan mereka.
dan sekarang giliranku, уаng meneruskan kebaikan іtu kepada orang lаіn lagi.

Pantai Siung, Surganya pecinta pemanjat Tebing

Surganya Pecinta Pemanjat Tebing di Pantai Siung

Satu lagi Pantai di Gunung Kidul yang menyimpan salah satu potensi wisata alam yang begitu luar biasa, surganya para pecinta pemanjat tebing. Mungkin Pantai Siung ini belum seterkenal pantai indrayanti ataupun pantai baron, namun bagi para pemburu adrenalin olah raga panjat tebing.

Pantai yang terletak sekitar 100 km dari kota yogyakarta ini berada di Kecamatan Tepus, pantai ini menawarkan keindahan alamnya serta tebing yang menantang untuk ditaklukan bagi para pecinta panjat tebing. Sudah banyak atlet panjat tebing baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri yang mencoba untuk menaklukkan tebing pantai siung ini.

Selain pesona tebingnya, pantai ini juga mempunyai area yang cukup luas untuk melakukan berbagai aktivitas seperti memancing, bermain ombak ataupun bermain voly.

Salah satu spot yang menarik adalah batu karang yang berukuran besar di sisi sebelah timur dan barat  yang menjadi cikal bakal penamaan pantai siung ini. Menurut sesepuh warga sekitar pantai, penamaan pantai ini diambil dari kedua karang tersebut yang mirip dengan gigi kera jika dalam bahasa jawa disebut dengan siung wanara.

Batu karang tersebut hingga sekarang masih kokoh berdiri meskipun tergerus derasnya ombak yang menghantam.

Sekitar tahun 1989 di pantai siung ini kedatangan pecinta alam yang berasal dari jepang yang memanfaatkan tebing di pantai ini sebagai arena untuk panjat tebing. Melihat potensi dari pantai siung, pemda DIY kemudian mengelola pantai ini sebagai salah satu spot untuk pecinta olah raga panjat tebing dan pada tahun 2005 digunakan sebagai lokasi Asean Climbing Gathering yang diikuti oleh 250 peserta dari 6 negara.

Di Pantai ini terdapat sekitar 250 jalur yang bisa digunakan pemanjat untuk ditaklukan, setiap jalur-jalur tersebut mempunyai karakteristik serta kesulitan yang berbeda-beda pula.

Selain untuk panjat tebing, pantai ini juga terdapat camping ground yang bisa digunakan untuk berkemah dan menyalakan api unggun sambil menikmati keindahan pantai siung di malam hari.

pantai siung

Lokasi dan akses menuju Pantai Siung

Pantai ini berada di Dusun Wates, Desa Purwodadi, Kec. Tepus, Kab. Gunung kidul, DIY. Untuk akses ke sana anda bisa menggunakan rute Yogyakarta –> Wonosari –> Tepus –> Purwodadi –> Pantai Siung

Harga Tiket Masuk

Biaya restribusi untuk memasuki pantai ini wisatawan akan dibebankan 3000 rupiah dan biaya parkir 2000 rupiah.

Fasilitas yang tersedia

Fasilitas yang tersedia di pantai ini sudah lumayan lengkap. Seperti tempat parkir kendaraan yang lumayan luas, toilet umum dan warung makan.

Nah, bagaimana apakah anda tertarik untuk mencoba wisata minat khusus di pantai siung ini? Anda bisa mencoba paket tour jogja ini bersama team jpswisata.com

Sejarah Shafa dan Marwah

Sejarah Shafa dan Marwah

Bukit Shafa dan Marwah adalah dua buah bukit yang terletak dekat dengan Ka’bah (Baitullah). Bukit Shafa dan Marwah ini memiliki sejarah yang sangat penting dalam dunia Islam, khususnya dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah. Bukit Shafa dan Marwah yang berjarak sekitar 450 meter itu, menjadi salah satu dari rukun haji dan umrah, yakni melaksanakan Sa’i.

Sejarah Shafa dan Marwah
Sejarah Shafa dan Marwah

Ibadah Sa’i adalah berjalan kaki dan berlari-lari kecil di antara kedua bukit tersebut, sebanyak tujuh kali (bolak-balik) dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah dan sebaliknya. Dan, ketika melintasi Bathnul Waadi, yaitu kawasan yang terletak di antara Bukit Shafa dan Marwah (saat ini ditandai dengan lampu neon berwarna hijau), para jamaah pria disunahkan untuk berlari-lari kecil, sedangkan untuk jamaah wanita berjalan cepat. Ibadah Sa’i boleh dilakukan dalam keadaan tidak berwudhu dan oleh wanita yang datang haid atau nifas.

Sejarah Shafa dan Marwah
Sejarah Shafa dan Marwah

Jauh sebelum perintah ibadah haji dilaksanakan, Bukit Shafa dan Marwah telah menjadi saksi sejarah perjuangan seorang ibu dalam menyelamatkan anaknya dari kehausan puluhan abad silam.

Bukit Shafa dan Marwah tidak dapat dipisahkan dengan kisah istri Nabi Ibrahim Alaihissalam (AS), yaitu Siti Hajar dan putranya Ismail AS. Seperti diketahui, Ibrahim AS memiliki dua orang istri, yakni Siti Sarah dan Siti Hajar. Namun, ketika Siti Hajar memiliki putra (Ismail), timbul kecemburuan dalam diri Siti Sarah. Dan, ia meminta kepada Ibrahim agar antara dirinya dan Siti Hajar segera dipisahkan. Siti Sarah tidak mau hidup bersama dalam satu negeri dengan Siti Hajar. Waktu itu, Nabi Ibrahim tinggal di Hebron, Palestina.

Dalam al-Qur’an disebutkan:

“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dad syiar Allah”(Q.S: Al Baqoroh/2:158)

Bukit shafa menjadi saksi banyak peristiwa penting sepanjang sejarah. Peristiwa-peristiwa penting tersebut diantaranya adalah :

Kejadian Dan Sejarah Penting di Bukit Shafa

Pertama, dakwah di atas bukit shafa. Nabi Muhammad Saw pernah naik ke bukit ini dan berseru kepada orang-orang. Maka setelah orang-orang Quraisy berkumpul, Nabi Muhammad Saw kemudian menyeru mereka untuk beriman kepada Tauhid, risalahnya, kemudian Hari Akhir, serta mengingatkan mereka akan neraka.

Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas ti bahwa ketika ayat :

“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat”- Quran.Surah Al-Syuara / 26:214 di turunkan, Nabi Muhammad Saw naik ke bukit shafa dan menyeru “Wahai Bani Fahr! Wahai Bani ‘Addi!” dari suku Quraisy sampai mereka berkumpul. Sampai-sampai jika ada seseorang yang berhalangan, ia mengirimkan orang lain untuk memastikan apa yang terjadi, dan datang pula diantara mereka Abu Lahab dan Quraisy. Kemudian Nabi Muhammad Saw berkata : “Bukankah aku telah memperlihatkan pada kalian semua, bahwasannya aku telah memberitahukan anda seseorang di lembah ini yang ingin merubah kehidupan kalian. Apakah kalian semua mempercayaiku? Mereka serentak berucap, “Kami tidak pernah mendapatimu kecuali seorang yang jujur.” Maka Nabi pun menimpalinya kembali, “Sesungguhnya aku ini seorang pemberi peringatan kepadamu dari siksa yang pedih.” Mendengar itu semua, Abu Lahab berkata, “Celakalah kau! Untuk inikah engkau mengumpulkan kami?”

Setelah itu turunlah ayat, (“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ía usahakan. Kelak din akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pun) isterinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.”) (Q s. al-Lahab/ 111:5)

Sejarah Shafa dan Marwah
Sejarah Shafa dan Marwah

Kedua, dari Ibnu Abbas ra, bahwasanya ia berkata: Orang-orang Quraisy datang kepada Nabi dan berkata: “Mohonlah kepada Tuhanmu agar menjadikan bukit Shafâ ini emas bagi kami, sehingga kami akan beriman.” “Apakah kalian akan melakukannya?”, timpal Nabi. Lalu mereka menjawab: “Iya”. Kata Ibnu Abbas, setelah itu Nabi memohon sehingga datanglah Malaikat Jibril sambil berkata: “Sesungguhnya Tuhanmu memberi salam kepadamu. Jika Aku menghendakinya, niscaya dijadikannya bukit Shafa itu emas buat mereka. Dan barangsiapa dari mereka ingkar setelah itu, maka Aku akan menyiksanya dengan siksa yang belum pemah Aku timpakan kepada seluruh alam raya ini. Dan jika Aku menghendaki, niscaya Aku bukakan bagi mereka pintu taubat dan rahmat.” Lalu Nabi Menjawab: “Aku ingin pintu taubat dan rahmat”. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa saat itulah turun ayat, (“Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu”) (Quran.surah. al-Isro/17:59)

Ketiga, perlakuan buruk Abu Jahal kepada Nabi Muhammad saw. Suatu ketika, Abu Jahal berjalan di Shafa melewati Nabi Muhammad saw lalu menyakiti dan memukul kepala beliau dengan batu hingga terluka dan mengeluarkan darah. Ketika Hamzah ibn Abdul Muthalib mengetahui hal itu, ia langsung mendatangi Abu Jahal yang ketika itu sedang berada di Nadi (tempat perkumpulan) Quraisy di dekat Ka’bah. “Bagaimana engkau mengumpat keponakanku sementara aku berada dalam agamanya?” kata Hamzah. Kemudian ia memukul Abu Jabal dengan busur panah hingga menyebabkan luka yang cukup parah.

Keempat, Shafa sebagai tempat berkumpul. Setelah dakwah Islam berhasil, Nabi Muhammad Saw kembali ke Mekah untuk membebaskan kota itu, dan menyuruh Khalid ibn Walid beserta orang-orang yang bersamanya agar masuk melalui dataran rendah Mekah, sehingga akhirnya mereka berkumpul di Shafa. Menyaksikan hal itu, Nabi pun berkata, “tempat kumpul kalian ialah Shafa”. Ikuti Program Umroh Murah Bulan Desember 2017.

Kelima, setelah pembebasan Mekah, Rasulullah mencium Hajar Aswad, lalu thawaf di sekeliling Ka’bah. Selesai menunaikan thawaf, beliau langsung menuju Shafa dan naik ke atas bukit tersebut hingga melihat Kabah, kemudian mengangkat kedua tangan beliau, memuji Nama Allah dan berdo’a tentang apa saja.

Sejarah Shafa dan Marwah
Sejarah Shafa dan Marwah

Keenam, pemberian maaf dan pemyataan keamanan. Nabi sedang berdiri di atas bukit shafa, dan datanglah kaum Anshar dengan mengelilingi bukit tersebut. Rasulullah lalu bersabda: “Barangsiapa masuk ke rumah Abu Sufyan, maka amanlah dia. Barangsiapa meletakkan senjatanya, amanlah dia. Dan barangsiapa menutup pintu rumahnya, maka amanlah dia”. Kemudian orang-orang Anshar bilang, lelaki ini telah bersikap lembut kepada keluarganya dan mencintai kampung halamannya, maka apakah ía akan menetap di dalamnya. Setelah itu, Rasulullah saw menimpalinya, “apakah yang kalian katakan tadi?”. Rasulullah pun diberitahu oleh orang-orang Anshar terebut, dan disambut oleh Rasulullah dengan berkata, “Aku berlindung kepada Allah. Kehidupan ini ialah kehidupan kalian, dan kematian itu ialah juga kematian kalian.”

Ketujuh, masuk Islam. Bukit Shafa menjadi saksi bahwa orang-orang yang dahulunya ikut mengusir, menyakiti dan memerangi Nabi ketika di Mekah, mereka berkumpul di sekitar Shafã untuk berbai’at masuk Islam, mengakui tauhid dan risalah yang dibawakan oleh Rasulullah

Ketika Hindun —istri Abu Sufyan- datang bersama rombongan kaum perempuan dari Quraisy untuk berbai’at masuk Islam, Nabi saat itu sedang berada di atas bukit Shafa, dan Umar bin khotob yang mengajari mereka tentang Islam. Ketika diajarkan bahwa hendaknya mereka tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, Hindun menimpali, “Aku sudah tahu kalau Allah memiliki sekutu selain-Nya, maka tidak akan membutuhkan kita”. Kemudian, ketika diajarkan bahwa hendaknya mereka tidak mencuri, Hindun berkata lagi, “Mungkinkan seorang yang bebas akan mencuri?”. Lalu, ketika diajarkan bahwa hendaknya mereka jangan berbuat zina, lagi-lagi ia – menimpalinya, “apakah ada orang yang bebas akan berbuat zina, wahai Rasulullah?”. Sementara ketika diajarkan bahwa hendaknya mereka tidak mengingkari kebaikan, barulah Hindun mengatakan, “Demi bapak dan ibumu, sungguh sangat mulia dan baiknya apa yang engkau serukan itu.

Kedelapan, Allah berfirman, (“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari burni yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesunggulmya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami”) (Q. s. al-Naml/27:82) Dan Nabi Muhammad bersabda, “Bersegeralah dalam bekerja sebelum terbitnya matahari hingga terbenamnya, dan sebelum datangnya Dajjal dan binatang-binatang melata.”

Ada perbedaan pendapat mengenai darimanakah keluarnya? Ada yang mengatakan keluar dari bukit Shafa di Mekah, ada pula yang mengatakan dari Bukit Abu Qubais. Dan ada juga yang berpendapat keluarnya dari Masjid paling besar, paling agung, dan paling rnulia. Sementara ada pula yang berpendapat lain. Namun demikian, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa ketiga pendapat di atas sebetulnya dapat dipandang saling melengkapi. Bahwa bukit Shafta’ berasal dari bukit Abi Qubais dan berada di Masjid paling mulia, yaitu Masjidil Haram. Namun Safa dan marwah adalah tempat dimana para jemaah melakukan Sa’i.

Keindahan Masjid Jami Ul-Alfar di Sri Lanka

Dibagian kota tua Kolombo – Sri Lanka, berdiri satu masjid tua serta unik bernama Masjid Ul Alfar. Begitu unik dalam memiliki bentuk yang begitu impresif dengan rancangan unik serupa satu bangunan istana gula gula dengan warnanya yang berlapis lapis merah serta putih seperti kue lapis. Warna merah lebih menguasai warna ekterior masjid ini. Daerah Pettah tempat masjid ini berdiri adalah cikal akan kota Kolombo berawal, serta daerah ini adalah daerah berpenduduk sebagian besar golongan muslimin.

Masjid ini demikian populer di kota Kolombo sampai ke mancanegara hingga sampai dikatakan sebagai landmark nya kota Kolombo mulai sejak usai di bangun th. 1909 sampai saat ini. Masjid itu populer dengan juga nama masjid Pettah lantaran ada di daerah Pettah. Etnis Shinhala yang disebut etnis paling besar di Sri Lanka menyebutnya Rathu Palliya, Etnis Tamil etnis paling besar ke-2 di Sri Lanka menyebutnya dengan nama Samman Jottu Palli, dalam bhs Inggris dimaksud dengan nama Red Masjid, Nama resmi nya ialah Masjid “Jamiul Adhfar” tercatat dengan terang dalam hurup Arab di fasad depan masjid (mungkin saja lantaran dialek setempat yang menjadikanya berbunyi Masjid Jamiul Alfar atau Jami Ul-Alfar), semuanya nama itu berarti “Masjid Merah”.

Histori Masjid Jami Ul Alfar Colombo

Kehadiran Saudagar Muslim India ke Sri Lanka

Histori Masjid Jami Ul-Alfar tidak terlepas dari peran Muslim asal India, Muslim India pertama kalinya masuk ke Sri Lanka di saat penjajahan Portugis sebelumnya setelah Muslim Arab telah lebih dahulu masuk ke Sri Lanka. Lantas gelombang selanjutnya masuk di saat penjajahan Inggris (waktu itu India juga di bawah jajahan Inggris). Yang paling di kenal yaitu muslim dari Pakistan serta India selatan yang mengenalkan mazhab Hanafi serta Syiah. Mereka masuk ke Sri Lanka untuk mencari kesempatan usaha.

Sebagian besar muslim India datang dari Tamil Nadu serta Kerala (Kerala populer dengan masjid Jami’ Cheraman, masjid pertama di India, telah pernah di bahas dalam menulis terlebih dulu di situs (blog) ini). Sedang muslim Memon datang dari Sindh (saat ini masuk kedalam lokasi Pakistan). Th. 1980 jumlah muslim India di Sri Lanka ada sekitaran 3000 jiwa, mereka juga muslim suni, ikuti mazhab Hanafi.

Beberapa pendatang ke Kolombo di saat awal beraktivitas perdagangan di daerah Pettah, termasuk juga beberapa pedagang Muslim dari semenanjung Arabia, India serta sisi dunia yang lain. Muslim di Pettah kuasai perdagangan di sana, beberapa dari mereka menetap beberapa lagi bertandang dengan cara berkala untuk menggerakkan usaha perdagangan mereka, kubah masjid warna warni.

Beberapa saudagar Muslim asal India yang lakukan perjalanan usaha serta berkunjung di lokasi Pettah ataupun yang menetap di sana, telah bisa di pastikan begitu memerlukan masjid untuk melakukan peribadatan ataupun sebagai pusat ke-Islaman serta kehadiran bangunan tempat beribadah jadi masalah serius saat itu

Atas gagasan beberapa pedagang Muslim India ini, lalu dibangunlah satu masjid disana. Kehadiran bangunan masjid ini, Mulai di bangun pada th. 1908 serta usai th. 1909. didesain oleh HL Saibo Lebbe. Semua dana pembangunan masjid ini dijamin oleh komune muslim Pettah waktu itu. Dampak arsitektur India cukup kentara pada masjid ini. Sentuhan kebesaran masjid masjid dinasti Mughal serta bangunan bangunan kastil Inggris cukup merasa walau balutan warna merah serta putih nya yang khas itu jadikan masjid ini demikian istimewa serta tampak lain.

Serta begitu menarik menyimak kalau masjid Jami Ul-Alfar ini begitu serupa dengan rancangan arsitektural masjid Jami’ Kuala Lumpur di Malaysia yang juga usai di bangun di th. yang sama, serta sewaktu berbarengan Malaysia serta Sri Lanka memanglah keduanya sama masihlah ada dibawah kekuasaan Inggris.

Keindahan Sungai Nill (Mesir)

Keindahan Sungai Nill (Mesir)

Sungai Nill – sungai Nill mengalir mengalir sepanjang di Bumi. Sungai Nill mengalir sepanjang 6.650 kilometer atau 4.132 Mill dan membelah tidak kurang dari Sembilan Negara yaitu : Ethiopia, Zaire,Kenya, Uganda, Tanzania, Rwanda, Burundi, sudan dan tentunya Mesir. Karena sungai Nill mempunyai sama arti nya dala sejarah bangsa mesir terutama mesir kuno, maka sungai nill identik dengan Mesir. Sungai nilai mempunyai peranan sangat penting dalam peradaban kehidupan dan sejarah bangsa mesir sejak ribuan tahun yang lalu. Salah satu sumbangan dari sungai nill adalah kemmapuan nya dalam menghasilkan tanah subur sebagai hasil sedimentasi di sepanjang daerah aliran sungai nya. Tanah yang subur ini memungkinkan penduduk mesir mengembangkan pertanian dan peradaban nya sejak ribuan tahun yang lalu.

Kisah Sungai Nill dan Nabi Musa As

Menyebut sungai sebagian besar umat islan akan teringat dengan kisah Nabi Musa AS, yang sebagaimana di kisahkan sewaktu masih bayi, ibunda Nabi Musa di perintahkan oleh Allah SWT untuk menghanyutkan bayinya (musa) dalan peti sungai nill.

Kisah ini di abadikan oleh Allah SWT dalam Al-Quran surah Thaaha 20:39, yaitu “letakkan ia (musa)di dalam peti, kemudian hanyutkanlah ia ke sungai Nill, maka pasti sungai nill itu akan membawanya ke kasih sayang yang datang dari-ku dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku”

Dalam surah Al-Qashash [28] ayat 7, Allah berfirman: ”Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa; Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para Rasul.”

Secara jelas, ayat di atas menunjukkan tentang kisah Nabi Musa yang dihanyutkan oleh ibunya ke Sungai Nil. Karena itulah, kisah Nabi Musa dan Sungai Nil sangat terkenal di dunia Islam. Bahkan, dalam Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, juga dikisahkan tentang dihanyutkannya Nabi Musa AS ke Sungai Nil yang kemudian diasuh oleh Permasuri Firaun.

Sungai Nil terletak di Negara Mesir, Benua Afrika. Sungai Nil merupakan sungai terpanjang di dunia. Panjangnya mencapai 6.650 kilometer (km) atau sekitar 4.132 mil. Secara keseluruhan Sungai Nil melintasi sembilan negara di Afrika, seperti Ethiopia, Zaire, Kenya, Uganda, Tanzania, Rwanda, Burundi, Sudan, dan Mesir.

Sungai Nil berasal dari bahasa Yunani, Neilos, yang berarti lembah sungai. Sungai ini identik dengan sejarah Mesir, yakni sejak zaman Mesir kuno. Sungai Nil mempunyai peranan penting dalam peradaban, kehidupan, dan sejarah bangsa Mesir sejak ribuan tahun yang lalu.

 Anugerah Sungai Nill

Keindahan Sungai Nill (Mesir)
Keindahan Sungai Nill (Mesir)

Salah satu sumbangan dari sungai nill adalah kemampuan nya dalam menghasilkan tanah-tanah yang subur, sebagai hasil dari sedimentasi di sepanjang daerah aliran sungai nya. Dengan adanya tanah subur ini, penduduk mesir mengembangkan pertanian dan kehidupan ekonomi yang sangat bergantung pada anugerah dari sungai nill.

Orang Yunani kuno dan penulis Herodotus menamakan negeri ini dengan nama anugerah Nil. Negeri ini sejak dulu dikenal dengan nama negeri Firaun, tempat Musa dilahirkan, dan lain sebagainya. Hal ini dibuktikan dengan sejumlah penemuan arkeologis berkaitan dengan kisah Musa dan Firaun, serta peninggalan raja-raja di Mesir.

Sungai Nil mengairi wilayah Mesir seluas 20 km persegi. Orang Mesir sebagian besar mengandalkan hidup dari pertanian di lahan subur dari Sungai Nil, setelah dibangunnya bendungan Aswan pada tahun 1970.Data statistik menyebutkan, sekitar 35 persen penduduk Mesir terdiri atas para petani dan peternak hewan. Mereka melakukan kegiatan ini sejak zaman Firaun. Hasil pertanian di lembah Nil, antara lain tebu, kapas, tomat, bawang, dan kurma. Mesir merupakan pengekspor kurma terbesar nomor dua dan pengekspor kapas nomor lima di dunia.

Pertanian rakyat Mesir makin subur dengan dibangunnya bendungan Aswan. Tanpa adanya bendungan tersebut, sebagian wilayah Mesir akan mengalami banjir akibat meluapnya Sungai Nil. Banjir yang biasanya terjadi di Mesir, membawa banyak nutrisi dan mineral yang membuat tanah di sekitar Sungai Nil menjadi subur dan ideal menjadi tanah pertanian. Namun di sisi lain, banjirnya Sungai Nil dapat membuat masalah bagi rakyat Mesir, karena lahan pertanian yang siap panen akan menjadi rusak.

Dengan terus berkembangnya penduduk mesir, untuk mengontrol air dan melindungi lahan pertanian dari kerusakan akibat banjir, Pemerintah Mesir membangun bendungan Aswan. Bendungan ini kemudian dimanfaatkan Pemerintah Mesir untuk membuat tenaga listrik, sekaligus menyediakan air irigasi untuk lahan pertanian.

Catatan kuno menyebutkan, sebelum dibangun bendungan Aswan, Sungai Nil mengalir ke tujuh daerah dari timur hingga barat, yakni Pelusiac, Tanitic, Mendesian, Phatnitic, Sebennytic, Bolbitine, dan Canopic.

Namun, sejak dibangunnya bendungan Aswan, Sungai Nil kini mengairi dua cabang utama, yakni The Damietta (berhubungan dengan Phatnitic) di sebelah timur dan Rosetta (berhubungan dengan Bolbitinic) di bagian barat Sungai Nil. Batu Rosetta ditemukan di Delta Nil pada tahun 1799 di kota pelabuhan Rossetta (Rashid). Pada masa Firaun, daerah ini merupakan daerah Mesir Hilir. Daerah ini juga disebut “Tanah Goshen”.

Sejumlah kota modern dan kuno yang berada di sekitar Sungai Nil, antara lain Alexandria, Avaris, Bilbeis, Bubastis, Canopus, Damanhur, Dimyath, Leontopolis, Mendes, Mit Abu al-Kum, Mansoura, Naucratis, Pelusium, Port Said, Rosetta, Sais, Tanis, Tanta, Zagazig, dan tentu saja Kairo.

Ada beberapa Hadist yang menjelaskan tentang Sungai Nill

Selain itu, rakyat Mesir juga dikenal sebagai negerinya para peternak domba. Kegiatan ini sudah berlangsung selama ribuan tahun silam. Bahkan, dalam Alquran disebutkan, ketika Nabi Musa akan menikah dengan putri Nabi Syuaib AS, maskawinnya berupa menggembalakan domba milik Nabi Syuaib. Kisah ini terekam dalam surah al-Qashash 28 : 27.

Berkatalah dia (Syuaib) : ”Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan 10 tahun, maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberatkanmu. Dan kamu Insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik.”

Sebagai mana dinukil oleh Imam as-Suyuthi dalam Husnul Muhadrarah (2/302) bahwa Amer  bin Ash Pernah mengatakan :

“Sungai Nil Mesir adalah rajanya sungai-sungai, Allah menundukkan semua sungai di timur dan di barat kepadanya. Apabila Allah berkehendak untuk mengalirkan sungai Nil Mesir, maka Allah memerintahkan semua sungai untuk mengalirkan airnya, maka semua sungai pun mengalirkannya, dan Allah mengeluarkan untuk sungai Nil mata air-mata air bumi. Dan apabila Nil Mesir tidak lagi mengalirkan airnya sebagaimana kehendak Allah, maka Allah memerintahkan semua air untuk kembali ke asalnya”

Mengalir Dari Hulu ke Hilir

Sungai Nill memiliki kelebihan dan keistimewaan di bandingkan sungai-sungai di dunia. Di samping panjang nya mencapai 6.670 kilometer yang membentang dari selatan ke utara, sungai nill juga membentang pada garis 3,30 derajat lintang utara. Dengan kata lain, sungai memotong lebih dari 34,5 derajat garis lintang.

Keindahan Sungai Nill (Mesir)
Keindahan Sungai Nill (Mesir)

Inilah yang membedakan nill sungai-sungai lainnya di dunia, karena kebanyakan sungai di dunia mengalir kea rah timur atau ke barat. Sebaliknya, sungai nill merupakan sungai yang mengalir melalui daerah-daeah yang beragam dan dengan iklimnya yang bermacam-macam pula.

Di daerah hulu, Sungai Nil bersumber dan mengalir dari daerah yang beriklim tropis dan berdataran tinggi. Kemudian, melewati beberapa sumbernya yang lain di daerah semitropis. Lalu, melewati daerah lembah pegunungan yang beriklim subtropis.

Dari arah Ethiopia yang beriklim sub-seasonal, salah satu sumbernya mengalir ke negara ini. Sungai Nil juga melewati daerah Sudan yang merupakan daerah yang dipenuhi hujan pada musim panas dan kekeringan musim dingin. Setelah itu, ia menerobos membelah daerah padang pasir yang ganas dan bermuara di daerah Mesir, yang beriklim laut tengah.

Dengan demikian, Sungai Nil mengalir dari daerah hijau yang terletak pada garis khatulistiwa ke daerah padang pasir yang sangat tandus di bagian utara benua Afrika. Dengan begitu, setiap Nil mengalir satu langkah, dia akan kehilangan sebagian airnya.

”Jadi, semakin ke hilir, airnya semakin berkurang. Hal ini berbeda dengan sungai-sungai lain di dunia, di mana semakin ke hilir semakin banyak muatan airnya,” tulis Iman Firdaus, asal Pandeglang, Banten, seorang alumnus Pascasarjana dari Zamalek Univesity, Kairo.

Sungguh indah pemandangan di sana, Jika anda ingin mengunjungi tempat tersebut anda bisa mengikuti program source : umrohpluscairo.com. Dengan mengikuti program itu anda bisa mengunjungi tempat tersebut dan juga mengunjungi tempat-tempat bersejarah lainnya.