Cara Menanam Kopi Di Pot

Cara Menanam Kop Di Pot merupakan judul artikel tentang menanam kopi dengan media pot. Namun sebelumnya, apakah anda pernah mendengar istilah tabulampot? Jika pernah berarti anda tahu apa artinya. Baca artikel menarik mengenai kopi di jual coffee.

Tabulampot, singkatan dari tanaman buah dalam pot, merupakan salah satu inovasi yang dilakukan bagi anda yang ingin menanam tanaman ataupun buah tapi tidak punya pekarangan atau kebun.

Beberapa jenis buah yang sering ditanam dalam pot adalah mangga, jeruk, rambutan, jambu biji, sawo, srikaya, nangka, anggur, blimbing, kedodong dan masih banyak lagi lainnya.

Penanaman buah dalam pot memiliki beberapa alasan, ada yang digunakan sebagai hiasan, memanfaatkan lahan yang lebar dan panjangnya terbatas, menambah kesejukan rumah,  memperoleh hasil buahnya, menyalurkan hobi bercocok tanam tapitidak punya lahan, dan sebagai usaha sampingan, bahkan beberapa menjadikan tabulampot sebagai mata pencaharian utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tidak terbatas pada buah saja, kreasi tabulampot juga merabah pada tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai. Banyak penelitian dilakukan dengan menanam tanaman tersebut dalam pot, selain itu hanya sekedar hobi yang disalurkan, atau untuk mengisi waktu luang tapi tidak punya kebun, khususnya bagi anda yang tinggal di kota-kota besar yang lahannya sangat terbatas.

Namun, pernahkah terbersit dipikiran anda jika tanaman perkebunan, dan tahunan ini juga dibudidayakan di dalam pot, contohnya kopi. Cara Menanam Kopi Di Pot menjadi fariasi di dunia pertanian. Jika tanaman buah dalam pot disebut tabulampot, maka tanaman kopi dalam pot adalah takolampot. Hal ini merupakan cara pembudidayaan yang cukup layak dicoba.

Jika kita tahu bahwa penghasil kopi selalu berada di daerah perkebunan yang jauh dari perkotaan, akan tetapi, bagaimana jadinya bila kota yang penuh dengan bangunan tinggi tertutup semen, beton, aspal dan teman-temannya terdapat tanaman kopi? Hal ini bisa diwujudkan dengan adanya inovasi takolampot.

Meskipun jauh dari kebunnya, masyarakat perkotaan tidak pernah bisa lepas dari perilaku kopi, untuk itulah mari kita gali ilmu mengenai cara menanam kopi di pot. Selain itu, dengan takolampot, kita bisa tahu bagaimana asal usul kopi yang selalu dinikmati di pagi hari.

Ada hal lain yang bisa memperkuat alasan perlunya dibuat takolampot yaitu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga akan kopi, tidak menutup kemungkinan merambah ke dunia bisnis. Pada dasarnya, untuk meraih hasil maksimal, pembudidayaan kopi di dalam pot juga harus dilakukan seperti penanaman di lahan biasa.

Wajib untuk selalu memperhatikan syarat tanam tumbuh, curah hujan, keasaman, drainase, tekstur tanah, kelembaban, temperatur, kandungan unsur hara, dan lain-lain. Sebenarnya, jika lihat dari syarat-syarat pembudidayaan kopi yang baik, tidak bisa diaplikasikan pada media pot. Namun tetap ada alternatif yang bisa diupayakan untuk memenuhi persyaratan tersebut.

Berikut ini cara menanam kopi di pot dilihat dari keuntungannya :

  • Air akan terserap 80% karena kondidi pot yang memiliki batas
  • Perawatan dan pemeliharaan lebih mudah dan kontrol terhadap penyakit dan hama bisa dengan mudah ditanggulangi.
  • Nutrisi bisa langsung terserap secara maksimal tanpa terjadi rembesan.
  • Tanaman bisa diletakkan dimanapun, karena mudah dipindahkan
  • Tidak mengenal musim, bisa dibudidayakan kapan saja
  • Bisa sebagai tanaman hias dan penghijauan lingkungan karena mngandung unsur estetika
  • Dapat dipadu padankan dengan tanaman hias lainnya

Sedangkan kerugian, penanaman kopi dalam pot adalah sebagi berikut :

  • Hasil panen tidak maksimal dan terbatas
  • Daya tahan pot maksimal 5 tahun
  • Tidak bisa untuk bisnis skala jumbo
  • Unsur hara tidak bisa didapat secara alami dari pohon pendampingnya